SELAMAT DATANG & SELAMAT BERGABUNG DI BERJAYABET | CASHBACK 5% - 10% SPORTBOOK | ROLLINGAN 0.7% CASINO | REFERRAL 2% SEUMUR HIDUP | TRANSAKSI DI JAMIN 100% AMAN

PERATURAN BARU PREMIER LEAGUE 2017-2018

 

Agen Bola Terpercaya Layaknya musim-musim sebelumnya, Premier League edisi 2017/2018 yang akan resmi dibuka 12 Agustus mendatang akan mengundang banyak perhatian. Setelah berbulan-bulan tidak menonton, akhirnya penggemar sepak bola Inggris bisa melihat lagi tim-tim kesayangannya.

 

Pemain baru atau manajer baru jelas mendapat atensi lebih karena adanya bursa transfer, namun apakah Anda sudah memperhatikan soal sejumlah peraturan baru yang akan ditanamkan mulai musim ini? Jika belum berikut BerjayaBet.com rangkum untuk anda.

 

Dengan ulasan dan komentar dari mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, Maka akan makin mengerti soal semua kebijakan di bawah ini.

 

 

1. Pelaku Diving Hukumannya Makin Berat

 

Diving pemain lawan saat pertandingan dengan klub kesayangan kita sering membuat kita jengkel. Maka musim ini Anda bisa lebih tenang. FA sudah memastikan para pelakunya akan dihukum dengan sesuatu yang setimpal.

 

Dalam rapat petinggi FA pada Mei, Diputuskan pelaku diving akan dapat larangan bertanding sebanyak dua kali. Jika terbukti langsung di lapangan, Pemberian kartu kuning dan bahkan merah pun diperbolehkan. Ini juga berlaku bagi yang memalsukan cedera demi mendapat keuntungan.

 

Jika lolos dari pengamatan wasit maka rekaman insiden masih bisa masuk ke meja panel FA yang kemudian akan diseleksi tiap hari Senin. Panel ini sendiri beranggotakan satu mantan wasit, Satu mantan pelatih, dan satu mantan pemain dan punya hak suara masing-masing.

 

"Saya sangat menyukai gagasan ini. Jika ada yang melakukan diving maka akan dihukum larang bermain sebanyak dua laga. Saya tidak ingin ada pemain yang dihukum karena ini," papar Dermot yang pensiun dari wasit EPL tahun 2007.

 

 

2. Sitem Adu Penalti ABBA

 

Seperti yang sudah marak dibahas sebelum ini, Mulai musim 2017-2018 semua kompetisi Inggris yang memungkinkan terjadinya adu penalti akan menggunakan sistem baru yang disebut ABBA. Skema ini mirip tie-break dalam olahraga tenis lapangan yang membuat tim A dan tim B tidak menendang secara bergiliran.

 

Hal ini sudah dicoba pada ajang Community Shield lalu, Dimana Chelsea dan Arsenal secara kebetulan berkesempatan langsung untuk menjajal. Alhasil The Gunners mampu unggul 1-4.

 

"Memang ada anggapan jika penendang pertama akan memberi keuntungan bagi timnya dan aku terbuka untuk usulan ini. Itu membawa sesuatu yang berbeda. Kita lihat saja apa yang terjadi selanjutnya," komentar Dermot.

 

3. Offside Dan Handball Menurut Wasit

 

Pada Musim 2016/2017 sudah ada perubahan soal handball dan offside. Pemain akan terjebak offside apabila ia terlibat dalam permainan atau beriusaha menginterversi bola. Sedangkan handball akan diputuskan denga melihat raksi pemain, jarak bola dengan tangan, serta prilaku pemain pada bola.

 

"Handball jadi sesuatu yang sensitif musim lalu. Aturannya masih sama seperti musim sebelumnya, namun sedikit diperketat tahun ini. Kita akan melihat ke kecepatan bola melaju, apakah pemain mengayunkan tangan, dan juga reaksi pemain saat berusaha menhentikan bola. Jadi apabila bola sudah melambung jauh namun sang penerima menyentuhnya dengan tangan maka hal itu disebut pelanggaran," papar Dermot.

 

"Sedangkan offside tidak berubah. Peraturan yang lalu membuat beberapa pihak tidak puas namun itu alami. Akan tetapi semua pemain lalu paham. Jika tidak berusaha menyentuh bola atau mengintervensi maka itu bukan offside."

 

4. VAR Akan Digunakan?

 

Meskipun ada wacana untuk dipakai musim ini di Premier League, Teknologi Video Assistant Referee atau disingkat dengan VAR tampaknya masih akan di evaluasi dahulu. Kemungkinan besar baru akan dijajal pada musim 2018-2019 dan pada musim ini akan diujicobakan pada laga-laga di ronde ketiga Piala FA.

 

VAR sendiri sudah pernah dipakai di Piala Konfederasi dan juga Piala Dunia U-20. Rencananya Major League Soccer, Australian League, Bundesliga, dan Serie A akan menggunakannya pada musim ini. Piala Dunia Rusia 2018 juga sudah dipastikan akan menggunakan VAR.

 

Fasilitas yang katanya mampu mengurangi kesalahan wasit dalam mengambil keputusan karena bisa melihat rekaman ulang ini, menuai pro dan kontra. Namun Dermot memilih untuk mengikuti perkembangan zaman. Lagi pula EPL sudah sukses dengan teknologi garis gawang.

 

"Suka atau tidak Premier League akan menggunakannya. Akan tetapi penggunaannya harus pasti. Aku tidak mau mengatakan 'apakah sebaiknya ini dilakukan pada pekan depan?"

 

5. Tidak Boleh Ada Corak Aneh Di Rumput Lapangan

 

Bagi para petugas perawaata rumput stadion mungkin inilah kabar yang ingin didengar. Terlebih di Southampton dan Leicester City yang gemar betul merubah pola potongan rumput stadion mereka dalam beberapa musim terakhir.

Dengan aturan ini Premier League berharap para hakim garis bisa memutuskan offside lebih mudah. Dengan pola stadar dua garis gelap-terang tentu akan meringankan tugas mereka ketimbang lapangan yang coraknya abstrak. Aturan ini juga diterpakan oleh UEFA.

"Sayangnya apa yang sering dilihat di Soton dan Leicester kini tidak akan ada lagi. Semuanya harus menerima modernisasi. Namun apa yang dilakukan penata rumput mereka sungguh brilian," tutup Dermot.